...HaTi BeRbiCaRa SungguH......
 < >

Blog EntryKetika Citra Diri Berkonsep Lipstik [Semata]Jul 20, '08 12:19 AM
for everyone

[Tanggapan terhadap artikel “Mari, Kupoles Senyum Sinismu”, Kompas, 20 Juli 2008]

Antara mengejutkan dan tidak mengejutkan ketika membaca tulisan Budi Suwarna yang mengupas tentang tren pencitraan diri para politisi Indonesia termasuk yang dilakukan oleh Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia serta beberapa Gubernur Kepala Daerah maupun Calon Gubernur yang tengah berusaha menduduki kursi tahtanya. Dalam artikel tersebut, diungkapkan bagaimana mereka membangun pencitraan diri dalam tataran yang didesain hanya berada di tingkat permukaan. Atau kalau boleh menggunakan istilah sarkastik, hanya berada di tataran propaganda. Ironisnya, dari latar belakang yang mendasari disusunnya strategi komunikasi, tujuan akan terbentuknya persepsi publik, hingga nilai rupiah yang telah dikeluarkan dijabarkan oleh pihak-pihak yang semestinya harus tetap berada di balik layar dan tidak mempublikasikannya.

Disebutkan pula, berkat jasa yang diberikan oleh Konsultan Pencitraan Diri dan Konsultan Penampilan, senyum sang klien ditata sedemikian rupa sehingga tidak menimbulkan kesan sinis. Pada paragraf lain diceritakan, seorang tokoh yang memproyeksikan diri menjadi presiden melakukan adegan turut makan nasi aking agar terkesan ikut merasakan penderitaan wong cilik.

Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan oleh figur yang menjadi tokoh utama program pencitraan diri, dia ingin dipersepsikan sebagai bagian dari generasi muda yang mencoba menawarkan alternatif baru. Dia ingin muncul sebagai orang yang bersahabat, merangkul setiap orang. Kalau ada sambutan, ia akan lebih dalam lagi, dan begitu seterusnya. Ketika ditanya, mengapa yang ditampilkan yang baik-baik saja? Ia menjawab: Namanya juga iklan, ya jual kecap. Setiap orang ada titik lemahnya, tapi masak saya tonjolkan kelemahan itu. Informasi ini berimplikasi ketidaksungguhan sang tokoh dalam lingkup persepsi yang ia ingin bentuk. Jika pernyataan terakhir pun tidak disebutkan, rasanya sudah pantas kita mengurut dada atas fenomena ketidakjujuran tokoh-tokoh terdepan di republik ini seperti yang tergambar pada si tokoh ternama tersebut.

Selain keprihatinan atas fenomena kedangkalan penyampaian pesan, saya pribadi juga merasa prihatin terhadap apa yang telah dilakukan oleh pihak nara sumber yang telah memberikan informasi-informasi gamblang yang saya rasakan justru menelanjangi kekurangan-kekurangan klien-klien mereka. Dari pengalaman maupun referensi, tak seharusnya seorang konsultan membeberkan kelemahan-kelemahan dan ketidakjujuran kliennya sehubungan dengan tanggungjawabnya membangun citra diri mereka. Selanjutnya, apabila pencitraan diri yang mereka maksudkan adalah hal-hal yang berhubungan dengan pembangunan reputasi dan kredibilitas, telah menjadi kewajiban seorang konsultan untuk memberikan penekanan pada bagaimana kliennya tersebut berkomitmen, bertanggungjawab terhadap komitmennya tersebut, dan mengangkat kejujuran melalui serangkaian program terintegrasi yang bisa dipertanggungjawabkan. Sebab, berbicara masalah pencitraan diri yang berkaitan dengan reputasi dan krediblitas, sangat tabu apabila yang dilakukan adalah jual kecap. Namun, membangun kepercayaan yang dilandasi oleh tanggungjawab kebenaran dan konsistensi. Tidak menjadi soal apakah kemudian muncul iklan, namun dalam kehidupan nyatanya, klien harus diingatkan untuk menjalankan program-program yang berlandaskan kesungguhan atas komitmen mereka.

Keterangan yang diberikan oleh nara sumber disamping secara etika tidak dapat dikatakan benar, di sisi lain juga dapat berdampak semakin menurunkan reputasi kliennya. Selain ternyata menimbulkan kesan bohong-bohongan atas pesan yang telah mereka sampaikan, pencitraan diri menjadi seolah tak bermakna karena bisa dipersepsikan sebagai keberhasilan konsultannya, bukan karena reputasi dan kredibilitas sang tokoh yang menjadi kliennya. Bahayanya, reputasi dan kredibilitas Presiden dan Wakil Presiden pun berpotensi semakin tergerus apabila pembaca membaca secara runtut dari awal hingga akhir. Kompas di awal artikel menulis: Apa yang ada dalam pemikiran para politikus kita sehari-hari? Nasib bangsa dan cara mengatasi krisis? Kalau itu yang Anda bayangkan, Anda keliru besar. Mereka sibuk memikirkan cara tersenyum dan cara tampil elegan di depan rakyat. Dana tiriluan rupiah dihabiskan untuk urusan citra diri. Inilah politik kontemporer Indonesia, yang barangkali tidak ada dalam silabus perkualiahan ilmu-ilmu politik.

Apabila terangkai dengan pernyataan CEO sebuah agensi periklanan yang mengelola kampanye beliau: Kami mengatur SBY-Kalla harus sarapan di mana dan dengan siapa. Kami juga mengatur kapan dia harus salaman, kapan bicara, kapan menjawab pertanyaan, kapan diam. Di paragraf lain ia menginformasikan bahwa dari program pencitraan diri yang dijalankan untuk SBY-Kalla mengabiskan bujet sebesar Rp.30 Miliar. Bisa ditebak sendiri kira-kira apa persepsi yang akhirnya justru terbentuk dari sederetan kalimat pembuka yang ditulis KOMPAS dan informasi-informasi yang disampaikan oleh agen periklanan tersebut? Sebuah konfirmasi.

Dan artikel tersebut ditutup dengan bom yang disampaikan secara iseng oleh Andi Zulkarnain Mallarangeng. Ia mengatakan bahwa bisnis menggarap proyek pencitraan diri sangat cerah. Perhitungan dia adalah berdasarkan jumlah pemilu [termasuk pilkada] yang tentunya melibatkan banyak partai yang membutuhkan pembentukan citra, penguatan citra, reposisi citra, dan sosialisasi partai. Lalu muncul pertanyaan dari KOMPAS, dari mana para politikus bisa mendapat uang dalam jumlah besar untuk pencitraan? Andi menjawab,  “...kan ada pengusaha, Bos.”  

Halah, semakin runyam sudah program pencitraan diri yang salah kaprah ini. Tidak mengedepankan nilai-nilai etika, kesungguhan, reputasi, kredibilitas dan tanggungjawab.

 


Blog EntryMemimpikan Revolusi Olah Raga Nasional TerjadiJul 18, '08 1:38 PM
for everyone
[foto: Broto Happy W}

Sama sekali tidak akan membahas kekurangan Kalimantan Timur dalam menyelenggarakan Pekan Olah Raga Nasional (PON) 2008 yang banyak dikeluhkan oleh banyak pihak. Meskipun saya setuju apabila kekurangan tersebut banyak dipersepsikan publik sebagai refleksi buruknya penanganan olah raga nasional yang semakin hari semakin porak poranda.

Dari banyak hal yang menjadi faktor penyabab suramnya prestasi sebagian besar cabang olah raga kita, pembinaan banyak dinilai sebagai faktor kritis yang segera harus direvolusi. Tidak sekedar dibenahi! Sebab istilah dibenahi dapat diartikan sebagai perbaikan sesuatu yang dilakukan dengan tidak secara mendasar dan sistemik.

Pembinaan olah raga nasional kini telah benar-benar hancur berkeping-keping bagaikan kaca yang pecah tak berbentuk. Dan kehancuran itu semua, ironisnya dilakukan secara nyata oleh pihak-pihak yang memiliki tanggungjawab terhadap pencapaian prestasi olah raga nasional kita. Dari komite olahraga nasional yang serampangan memilih pengurus sehingga tak becus mendorong munculnya prestasi, hingga pemerintah [terutama pemerintah daerah] yang bagaikan pembunuh berdarah dingin mengacaukan makna pembinaan hanya demi sanjung puji atas nama ketidaksejatian.

Dari beberapa PON terakhir contohnya, permasalahan-permasalahan yang terangkat justru adalah permasalahan rebutan atlet. Banyak daerah yang main serobot sana sini hanya untuk kepentingan prestasi sesaat: Emas PON. Sangat picik dan mengibakan hati. Bagaimana bisa sekelompok orang yang telah dipercaya (atau telah memaksakan diri untuk dipercaya masyarakat) untuk menjaga dan meningkatkan keberlanjutan prestasi justru melakukan tindakan-tindakan instan yang mengabaikan tanggung jawab terhadap adanya pembinaan yang sewajibnya mereka lakukan?

Tidak usah diterangkan secara detilpun kita semua sudah paham implikasi dari dilakukannya proses bajak membajak atlet; tidak berjalannya pembinaan dengan benar dan tidak adanya orientasi ke jenjang prestasi yang lebih tinggi! Mengapa mereka tidak lebih bangga apabila melihat kemajuan kemampuan atlet binaannya meskipun dalam ukuran medali mereka belum berhasil mewujudkannya? Mereka sama sekali tidak peduli dengan parameter keberbasilan sebuah proses. Contohnya, Mereka tidak memberikan catatan penting kepada atlet-atlet masa depannya yang menunjukkan progresifitas namun belum mampu menyumbangkan sebudah medali, meskipun itu medali perunggu sekalipun. Tapi mereka akan bergirang dan bersorak dengan teriakan selantang MERDEKA jika atletnya - meskipun bukan atlet binaan asli mereka - mengharumkan daerahnya dengan memperoleh medali meskipun pencapaian yang diraih dari sisi kemampuan tidak ada bahkan dibawah performa seharusnya. Yang penting daerahnya diwakili oleh pemenang. Padahal siapa pula sebenarnya yang peduli dengan prestasi antar daerah di HARI GINIIII???

Tidakkah mereka berpikir bahwa akan lebih membanggakan kalau mereka mampu melahirkan atlet-atlet masa depan yang menjajikan prestasinya di arena internasional? Tidak pernahkah mereka berpikir bahwa kontribusinya tersebut dapat berdampak luas terhadap kepentingan nasional? Seperti Indonesia menjadi lebih terkenal karena atlet binaannya, karena terkenal Indonesia menjadi dibicarakan oleh warga global, karena sering dibicarakan oleh warga global maka ada peluang untuk menarik mereka untuk berkunjung ke Indonesia, dan seterusnya dan seterusnya. Tapi sayangnya mereka tidak melakukan pembangunan prestasi secara benar, namun yang dilakukannya justru semakin menghancurleburkan prestasi olah raga nasional (di skala global) yang memang sudah hancur tak berbentuk lagi.

Jika bisa diperbandingkan, saya justru lebih menghargai dan mengangkat topi kepada model pembinaan ketika saya masih SD. Porseni SD yang diselenggarakan dari tingkat kecamatan hingga final tingkat nasional rasanya perlu dikembangkan lagi. Banyak atlet-atlet andal dan berprestasi dunia dari Indonesia yang memulai karirnya dari ajang tersebut. Dan karena menyangkut domisili dan lokasi sekolah yang diwakili pada awal diselenggarakannya kompetisi, maka ajang Porseni SD kala itu tidak memungkinkan terjadinya pembajakan-pembajakan. Hariyanto Arbi, RIcky Ahmad Subagja, dan beberapa atlet ternama lainnya pernah saya lihat berlaga di arena tersebut. Contoh sederhana yang sebenarnya bisa menjadi acuan.

Pembinaan ibaratnya adalah investasi. Dalam prosesnya, pembinaan tidak serta merta melahirkan prestasi yang mencengangkan. Di dalam proses pembinaan, apabila ditanamkan pula filosofi-filosofi keolahragaan, saya pribadi yakin akan dapat melahirkan atlet-atlet yang memiliki totalitas, sportivitas tinggi dan semangat untuk berbuat yang terbaik. Namun apabila dilakukan secara serampangan dengan tujuan prestasi instan seperti sekarang ini, maka sudah jelas dan tidak heran apabila hanya melahirkan prestasi lokal yang sesaat, kehancuran mental di kalangan atlet maupun pembina, hingga bisunya prestasi kita di tingkat yang lebih tinggi.

Revolusi di bidang olahraga nasional sudah saatnya terjadi. Berharap saja ada motor penggerak yang mampu mendorong seluruh pihak yang berkepentingan untuk melakukannya. Sehingga, prestasi dunia yang beragam bukan lagi sekedar mimpi, bukan lagi hanya sekedar kenangan ketika mengingat Rudi Hartono, Susi Susanti, Elyas Pical atau siapapun di masa lalu yang telah berhasil membuktikan kejawaraannya yang elegan.

Photo AlbumWeekend bersama Tim (7 photos)Jun 8, '08 12:18 PM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Abis meeting dan liat Afgan, saya dan Tim Marcomm HP Indonesia berkumpul makan bareng. Sebelumnya ketemu sama Tian & The Manager dulu buat bikin janji untuk jadwal berikutnya.
Jarang kami bisa ngumpul satu tim dan ngga ngomong masalah kerjaan hehehe. Malem ini kami tentu saja hepi. karena promosi kami bisa dikatakan berhasil. produk laris manis sampai bikin customer inden [maaf bapak2 ibu2]. Minggu depan kita mau kemana lagi yaahh??? hehehehe.

Thanks Ocha udah nganter gue pulang!

ddd
dThumbnaild
ddd
Minggu sore ini sengaja memilih meeting jam 5 sore dengan Wartawan Senior Kompas, Mas Ninok Leksono di Senayan City biar sekalian bisa melihat dan mendengarkan kehebatan Afgan - seperti yang sering diceritakan temen-temen kantor saya selama ini.

Dari Event Organizer, Mas Ady Pamungkas, saya tau Afgan akan mulai perform jam 7pm. Tapi karena meeting terlambat, maka lagu pertama hingga ketiga saya harus puas mendengarkan sayup-sayup suara Afgan dari kejauhan. Buru-buru setelah meeting kelar, saya pamit ke Mas Ninok untuk liat Afgan.

Atrium Senayan City tempat dimana HP menggelar produk terbarunya yang kini sudah sold-out sudah disesaki penonton. Begitu pula ketika saya melihat ke atas, tampak pengunjung Senayan City berjejer melingkari pagar pembatas dari lantai ke lantai. Ahh anak muda ini memang punya pesona.

Suara Afgan memang penuh pesona. Timbrenya yang berat mengagetkan saya karena ternyata postur dia cukup kecil dan kerempeng. Berat agak serak tapi keren. Semua lagu nyaris ia bawakan dengan tampilan suara yang prima. Ia hanya sekali 'slip' ketika ia menyanyikan sebuah lagu yang dipopulerkan oleh John Legend. Kuping saya terus dimanjakan oleh keindahan suaranya. Dasyat. Itu komentar saya. Komunikasinya cukup bagus juga meskipun terasa standar. Tapi ia pendatang baru. Tak lama lagi pasti komunikasinya di atas pentas akan meningkat dan membaik.

Menurut saya, Afgan jauh lebih memukau ketika menyanyi live dibandingkan dengan yang saya pernah dengar selintas melalui CD yang diputar temen saya. Anak ini punya potensi yang luar biasa [: suaranya]. Mudah-mudahan Afgan ngga cepet puas dan terus berkeinginan untuk jadi yang lebih baik dan lebih baik lagi. Tak lupa seusai pertunjukkan, saya menyempatkan diri untuk memuji suaranya: "Kamu ya, kecil-kecil suaranya gila mannnn..!" yang disambut Afgan dengan kalimat tanya retoris: "Ahh masa sih?" hehehe dan tak lupa lagi, foto bareng ma dia..hehehe kaya ABG deh.

Puas saya mendengarkan Afgan menyanyi. Hebat!

ddd
dThumbnaild
ddd
Venue: Atrium Senayan City Jakarta
Date: Saturday, 7 June 2008


ddd
dThumbnaild
ddd
Atrium Senayan City, Jakarta
6-8 June 2008

Di tengah persiapan pembukaan acara HP 2133 Mini-Note PC, tampak serombongan warga asing masuk ke area acara dan dengan antusiasnya menanyakan keunggulan produk yang hendak diluncurkan sembari mencoba-coba produk yang tengah menjadi incaran banyak orang tersebut. Awalnya ngga ngeh mereka itu siapa, sebelum serombongan teman-teman dari media elektronik termasuk infotainment sibuk menyerbu mereka dan merekam segala tingkah laku mereka dengan kamera masing-masing.


Baru sadar setelah rekan dari infotainment Kasak-Kusuk membisikkan pertanyaan ke saya: "Lu undang The Click Five ke sini juga?" Haah? Siapa itu, tanya saya ke teman wartawan hiburan tersebut. Ohh ternyata mereka adalah band terkenal yang baru saja melakukan pertunjukkan di Jakarta. Bersama para kru mereka, band yang katanya terkenal itu sibuk sendiri dan ngga peduli dengan kamera yang selalu membidikkan arahnya ke wajah-wajah mereka.


Blog EntryChristian Sugiono Jadi HP Brand IconJun 6, '08 3:04 PM
for everyone

Bersamaan dengan diluncurkannya produk terbaru HP, HP 2133 Mini-Note PC di Atrium Senayan City, 6-8 Juni 2008, HP Indonesia memperkenalkan HP Brand Icon barunya, Christian Sugiono. Aktor muda yang dalam kesehariannya senantiasa mengikuti perkembangan teknologi dan inovasi ini, memenuhi kriteria HP Indonesia sebagai sosok muda yang kreatif, memiliki komitmen terhadap karir yang telah dipilihnya, bergaya hidup ultra mobile dan positif, serta memiliki kecintaan dan pemahaman yang baik terhadap dunia teknologi informasi beserta segala perkembangannya.

“Christian Sugiono merupakan sosok muda yang memiliki tanggung jawab terhadap profesinya, sekaligus memiliki gaya hidup yang mampu menjadi inspirasi bagi kaum muda seusianya, khususnya dalam hal prestasi, karya, kreativitas, komitmen, hingga pemahamannya yang luas terhadap perkembangan teknologi informasi terkini,” ujar Subin Joseph, Managing Director Imaging Printing & Personal Systems Group, HP Indonesia. “Prestasi serta gaya hidupnya yang moderen dan positif, kami harapkan dapat menjadi representasi dari keberadaan HP sebagai penyedia solusi TI terdepan, pionir dan inspirator di dunia TI.”

Sebagai Brand Icon HP Indonesia, Christian akan terlibat dalam program-program HP, dari program pemasaran hingga program-program bernilai edukasi.

“Terpilih sebagai Brand Icon vendor TI terkemuka dunia tentunya menjadi penghormatan sekaligus penghargaan yang membanggakan bagi saya. Pencapaian yang telah saya raih, komitmen yang selalu saya pegang teguh, serta kecintaan saya terhadap dunia TI telah mendapatkan apresiasi yang tidak ternilai harganya serta memacu saya untuk meraih prestasi yang jauh lebih baik lagi,” ujar Christian Sugiono, Brand Icon HP Indonesia.

“Bersama HP Indonesia, khususnya sebagai pengusung konsep fashiontronic untuk produk-produk consumernya serta perangkat-perangkat berteknologi terkini lainnya yang telah terbukti memberikan dukungan terhadap produktivitas penggunanya, saya berharap dapat turut menyampaikan pesan bahwa dunia TI saat ini telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari gaya hidup kita sehari-hari,” kata Christian menambahkan.  

Christian Sugiono, sosok muda kelahiran Jakarta 25 Februari 1981, saat ini dikenal publik sebagai aktor film, bintang sinetron serta model iklan maupun video klip. Christian yang juga memiliki talenta di bidang musik – menguasai alat musik piano, drum, bass dan gitar – pernah tercatat sebagai nominator peraih gelar Aktor Terfavorit di ajang Panasonic Award 2007.


Blog EntryAti-ati kasih Nama Panggilan Anak Anda!May 27, '08 2:06 PM
for everyone
Kejadian ini sebenarnya sudah sekitar 3 tahunan lalu. Tapi keinget lagi waktu tadi siang saya mendapatkan email dari sahabat saya ini.

Tiga tahun lalu, ketika perusahaan tempat saya bekerja menggelar pergelaran musik orkestra di Grand Melia Jakarta, secara tidak sengaja saya menemukan tetangga saya - sebenarnya teman main kakak saya yang selisih 4 tahun di atas saya - menjadi salah satu pemain biola dalam orkestra ternama itu. Karena kegirangan merasa ketemu tetangga di tempat rantau, dan merasa "kok dia ada ya di event yang saya urusin", yah wajar aja kalo saya teriak kayak orang ketemu idolanya. Suasana ballroom Melia yang masih diwarnai kesibukan pemusik yang tengah nyiapin alat musik masing-masing sebelum rehearsal memungkinkan saya untuk melakukan teriakan-teriakan itu. Kenceng pula!

Tapi upss..waktu saya teriakin namanya, sontak seluruh pemusik dan crew yang lagi mempersiapkan acara untuk pergelaran malam harinya, langsung menoleh ke arah saya dan mencari-cari siapa pemusik yang tengah saya panggil-panggil itu. Dan ngga lama, suasana jadi ricuh bercampur paduan tawa dan...muka tetangga saya merah padam menahan rasa malu..wadowww maaffffff....:(

Baru saya sadar kalau nama kecil dia memang mengundang orang berpikir aneh, jorok, porno dan lain-lainnya dan lain-lainnya, meski buat kita tetangganya yahh biasa aja manggil dia dengan panggilan itu. Waduhh Maaf Mas Kontil, saya khilaf memanggil Mas dengan sebutan ituuuu.....pake teriak-teriak lagiii.....waduuhh kenapa yakk kok dari kecil dipanggilnya seperti itu??? bukan salah sayyaaa kannn.....?

[concert masternya yang kebetulan juga tetangga saya - tapi rumahnya agak jauhan dikit akhirnya bilang ke saya: Dik Bem, kalo di Jakarta panggil dia Hantoro, jangan nama yang itu...Ohhhhh kenapa ngga bilang-bilang dari dulu kalo dia punya nama sebagus itu..maaffff....]

Setelah cukup lama penasaran dengan penampilan para kontestan Indonesian Idol 2008, akhirnya malam ini saya mempunyai kesempatan menonton [hampir] utuh penampilan keseluruhan finalis. Dari penampilan ricko [salah ngga ya?] yang yahh standar, tifanny yang bertampang manis tapi masih terasa datar, patudu yang terbantu dinamika lagu, dela yang meyakinkan saya akan kualitas yang lumayan menjanjikan, aji yang unik, hingga dina yang hancur berkeping-keping suaranya, saya memilih dela sebagai finalis terbaik malam ini.

satu-dua saat memang kadang terasa kurang pas bidikan nadanya namun secara keseluruhan ia penyaji yang prima. Aji juga menghibur saya. Salah satu penampil yang menurut teman-teman saya sangat powerful Aris malah mengecewakan saya karena [menurut saya] dia salah memilih nada dasar sehingga di nada-nada bawah terasa ngga enak sama sekali, terlepas ia sudah memberi warna baru pada lagu Ada Band yang ia bawakan. Patudu lumayan aman dan tertolong oleh dinamika lagu dan aransemen musik sehingga saya pun menyukainya. Tapi yang membuat saya heran adalah amburadulnya finalis berwajah rupawan dina yang malam ini terasa menjadi 'puing' dihancurkan lagu Tak Ada Logika-nya Agnes Monica.

Komentator lumayan  bagus sebenarnya dalam memberikan penilaian. Meski pada beberapa finalis yang sebenarnya masih kurang, masih terdengar ada pujian menghibur. Tapi kembali lagi Indonesian Idol adalah kontes banyak-banyakan sms. mau baik atau buruk ga menjamin hasilnya nanti.

Bukan berarti karena akhirnya Dela favorit saya malam ini tersingkir, tapi hasil ini menguatkan keyakinan saya bahwa industri musik tanah air belum berhasil memberikan edukasi yang baik bagi konsumennya. Mereka belum mampu diharapkan untuk memberikan apresiasi yang layak bagi penyaji yang mengedepankan kualitas. Dan sebenarnya, melalui kontes-kontes seperti ini, peran komentator sangat diharapkan untuk dapat menyumbang peran dalam mengajak masyarakat dalam memberikan apresiasi kepada penyaji yang memang berhak menerimanya.

Terlepas dari hasil yang menggelitik saya, penampilan penutup Dela melegakan saya. Ia tetap mampu tampil prima [bahkan lebih prima dibandingkan dengan ketika ia menyanyi di babak penilaian sebelumnya]. Ia tetap menunjukkan penampilan prima yang layak diberikan apresiasi yang sangat pantas. Dan besok-besok jika saya punya kesempatan lagi buat melihat Indonesian Idol, saya tidak akan menunggu hasil keputusan lagi, cukup menikmati keseluruhan sajian dan memberikan apresiasi kepada para finalis yang menurut saya telah memberikan sajian prima. tak peduli dia tersisih atau tidak nantinya, tak peduli siapapun juaranya.:)

Blog Entry[AKU] Laki-laki Beruntung [CINTA]May 21, '08 3:41 PM
for everyone
cukup
tutup kelopak sayu matamu
maka aku yang memelukmu
[yakinku kamu rasa..]

dewasamu mendewasakanku
[kupelihara hangat, anugerah]

untuk Ygezku

Blog EntryBulan Berkacak PinggangMay 21, '08 10:39 AM
for everyone
Malam ini Bulan
berjalan kesana kemari
menggelengkan kepala bundarnya sembari berkacak pinggang
sesekali membuka kipas
mendinginkan hatinya
yang tengah kepanasan

[
kunang-kunang
meredupkan lampu-lampunya
yang tidak lagi terang
menunduk
dan melemahkan kepakan sayap
rapuhnya
]

Malam ini Bulan
bermuka masam
ketika sore terlambat datang
ia gusar
kerajaannya tak juga membuka keriaan

Malam ini Bulan
tak sebenarnya
dendam
ia menggenapkan kepedihan
yang tak mampu tertutup
oleh tangan hatinya yang tak cukup lebar

Biarkan Bulan itu...

VideoSheila Majid - Cinta Jangan Kau PergiMay 20, '08 10:11 AM
for everyone
Saya jatuh cinta dengan Sheila dari pertama mendengar suaranya....


Import.flv (11.5 MB)

Blog EntryHP Hadirkan Mini-Note di Pasar IndonesiaMay 15, '08 10:29 AM
for everyone

HP 2133 Mini-Note PC Hadir di Indonesia!
Notebook Mini Ramping Bergaya dan Terjangkau, Dukung Ultra-Mobile LifeStyle


HP akhirnya meluncurkan HP 2133 Mini-Note PC di pasar Indonesia. HP 2133 Mini-Note PC merupakan komputer notebook mini berfungsi lengkap yang dibandrol dengan harga US$699. Kehadiran notebook mini bergaya ini tentunya selaras dengan komitmen HP untuk menjadi penyedia solusi mobilitas terlengkap.

Menghadirkan mobile footprint terkecil dari HP dan konektivitas WLAN1 802.11a/b/g atau b/g yang telah menyatu, HP 2133 Mini-Note PC dirancang khusus untuk kaum muda, pelajar dan pebisnis profesional yang ingin menikmati hiburan, belajar dan bekerja dimanapun mereka berada, di kelas, ruang kerja maupun café. Konektivitas dan produktivitas dapat dengan mudah dilakukan melalui perangkat ini.

Dengan berat hanya 1,19kg, HP Mini-Note PC dilengkapi dengan display 8,9 inci dan keyboard QWERTY berukuran penuh untuk memaksimalkan produktivitas penggunanya dimanapun mereka berada, dalam perjalanan, di luar kantor atau sedang berada di rumah. HP 2133 Mini-Note PC juga menampilkan pilihan SSD (Solid State Drive) flash module 4GB serta hard disk drive standar untuk pengalaman berkomputasi terunggul.

Bagi pengguna yang sering melakukan perjalanan dan menganut gaya hidup terkini, HP 2133 Mini-Note PC menawarkan HP 3D DriveGuard untuk menjamin proteksi data hard drive selama penggunaan dan perjalanan sehari-hari.

Untuk pasar Indonesia, HP akan memasarkan HP 2133 Mini-Note PC didukung sistem operasi Windows Vista Home Basic. “HP 2133 Mini-note dengan Windows Vista Home Basic ditargetkan untuk para pengguna komputer dengan harga yang terjangkau “ ujar Ari Kunwidodo, Direktur OEM, Microsoft Indonesia . “Dengan menggunakan  Windows Vista Home Basic , pengguna komputer akan mudah untuk menggunakan beragam aplikasi maupun games. Juga dengan dukungan mobility yang sudah terintegrasi di Windows Vista, akan mempermudah pengguna untuk berinternet dimana saja, dengan tingkat keamanan yang tinggi sehingga meningkatkan produktivitas sehari-hari.”

Satu lagi, HP juga menawarkan Garskin eksklusif dengan desain keren. Tertarik? Ayo segera buru....

Blog EntryLAGU SENYAPApr 29, '08 3:10 PM
for everyone
gontai
penuh kesalahan
tak terhitung penyesalan
lunglai
sambil menggenggam cinta yang tak pernah bisa usai
[hanya bisa duduk merenungi ketidakbisaan meramu cinta untuk kekasihku Ygez, hening dan diam]

ddd
dThumbnaild
ddd
Sabtu malam, sahabat saya dari remaja [ga bener banget, karena gue masuk SMA Alfian masih SD hehe] mengundang saya, Tutut SWA sama Wilson untuk makan-makan dalam rangka ulang taonnya.

Meski Jakarta lagi diguyur ujan deras banget, tapi saya tetep semangat datang demi kawan terdekat saya Alfian alias A'an yang ngetop sbg presenter news Trans7 ini.

Selamat ulangtaon papa afkar, sukses boss!

Photo AlbumGue and my 'family' (7 photos)Apr 25, '08 1:27 PM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
mereka bukan sekedar teman, mereka adalah keluarga gue. tempat berbagi rasa, suka, duka.
bagian terpenting dalam kehidupan sehari-hari gue.
thanks, kalian keluarga gue:)

Blog EntryROMANTIS YANG BAGAIMANA SIH YANG INDAH?Apr 15, '08 8:54 AM
for everyone
"Maaf, boleh saya berhenti sebentar?" tanya Bram sambil terbata dan menyeka air matanya yang tiba-tiba menetes ketika kami tengah mengadakan diskusi di sebuah lounge hotel di dekat Bundaran HI. Tindakan Bram yang secara mendadak menghentikan presentasinya itu cukup mengagetkan kami, temen-temen meetingnya di sore itu. Bukan karena masalah presentasinya berhenti, tapi kenapa kok tiba-tiba wajahnya memerah dan suaranya seperti tercekat?

Riana temen saya yang paling senior kemudian mendekat dan menanyakan apa yang terjadi. "Ada apa Bram, apa kita hentikan aja meeting kita sore ini?" tanyanya lembut. "Ahh ngga usah Ri. Saya cuma tiba-tiba kangen banget sama kekasih saya waktu denger lagu yang sekarang dimainin sama pianis itu. Itu lagu favorit kekasih saya dan entahlah kok tiba-tiba saya merasa beruntung sekali mendapatkan kekasih dengan cinta luar biasa seperti dia," kata Bram memberikan penjelasan.

Ahhh..manis sekaliiii...."Wah kamu romantis sekali. Beruntung sekali pacarmu punya cowo seperti kamu, Bram..so sweet," kata riana sambil tersenyum kagum. "Oke, kalau bagitu, kita minta sekali lagi pianis itu untuk mainin lagu favorit pacarnya Bram, dan kita juga ikut dengerin semua yah..," Usul Riana.

Akhirnya lagu itu diulang kembali. Meeting kami ditunda hingga lagu itu selesai. Saya liat Riana dan Desya memegang lengan dan tangan Bram. Saya pun akhirnya turut menikmati momen yang indah itu, yang sangat romantis menurut saya. Sambil tentunya berpikir, mengapa saya ngga sesensitif Bram ya?? hehee...Apalagi saya selama ini agak menganggap 'permen' momen-momen romantis yang sengaja diciptakan oleh dua orang yang lagi saling mencinta. Dengan bunga, dengan makan malam, yang memang kurang menyentuh hati saya. Baru sore itu, dengan sikap tulus kawan saya Bram, saya diajarkan dan diingatkan bahwa sikap romantis itu memang perlu dan memang indah.

Thanks Bram.....lu emang kawan gue yang ga gue sangka romantis abis.....

Temen gue tiba-tiba hilang semangat sehabis chat sama mantan pacarnya. Waktu gue tanya kenapa, dia bilang kalo mantannya ternyata mengkhianatinya. „Lahhh gimana bisa? Wong kalian udah ngga pacaran lagi,“ tanya gue ma dia yang sekarang juga lagi cinta-cintanya ma pacar barunya.

Ternyata mantan pacarnya ini sekarang bener-bener pacaran sama pria lain yang dulunya sempat dia duga memang ada apa-apanya. „Dia ngga sadar bilang kalo pacarnya yang sekarang adalah yang diceritain deket ma dia dari dulu itu. Berarti waktu itu gue udah dibooingin kan?“ tanyanya retoris.

Meski sekarang dia udah ngga ada rasa ma mantannya itu, meski sekarang dia juga udah cinta banget ma pacar barunya itu, tapi yang bikin kesel, ternyata dia udah di’begoin’ sama seseorang yang pernah dia cintain abis.

„ahhh...kenapa taunya baru sekarang ya?“ keluhnya sambil duduk bersender mirip orang kehilangan darah.....

Tapi emang ngeselin kali yaa kalo ngalamin seperti yang dialamin temen gue itu? *sambil tepuk-tepuk punggung temen gue sambil bilang: berarti kamu ngga salah udah mutusin dia dan ga salah juga udah memilih pacar barumu sekarang yang cintanya sama kamu ampuuunnn dehhh indahnya!!!!*


Blog EntryS O G N O [g vessicchio/g servillo]Mar 22, '08 7:59 AM
for everyone
go then, I will wait for you
the flowers in the garden will remark your absence
and rejoice the day of your return
of my love you are so sure
so sure you can take it with you
cupped in the hands that you raise to your face
as you still think of me
and if you need to, you can show it to the world
a world that couldn't begin to understand what lives
in an uncaring absent heart
that couldn't begin to understand what a heart can truly feel

This is where I will wait for you
stealing imaginary kisses as time goes by
Time, time cannot erase the memories and the desire
that you cup in the hands you raise to your face
as you still think of me
Throughout your journey it will lead you back to me
for I'll still be waiting here, dreaming
Dreaming of your unknown whereabouts
Picturing the scene you'll return to, and how you'll return
I dream

This is where I will wait for you
stealing imaginary kisses as time goes by
Dream
A noise, the wind awakes me
And you're already here

[ : wo de ai ren....kangen]

- image: http://en.wikipedia.org/wiki/Image:Small_Red_Rose.JPG -

   
moego wrote on Jul 24
iyaahhh
barusaannn
amaltiagunawan wrote on Jul 24
upf,,,,akhirnya udah bisa,,,,,,,,,,,
moego wrote on Jul 24
selamat sore
salam kenal juga dari saya mas.
funkynektaria wrote on Jul 23
sore...salam kenal


http://ramagoo.blogspot.com
moego wrote on Jul 20, edited on Jul 20
Selamat Malam Mas Piere. Karena mungkin itu hanya buat 'contact' saya saja.
silakan PM email Anda, nanti saya kirim lewat email saja.
piereronald wrote on Jul 20
selamat sore
saya baru saja searching lagu nya Romeo and Juliet What is a Youth, ketemu nama bapak, tapi kok saya tidak bisa akses ya, Pak. Bolehkah saya minta lagunya?
Maaf saya juga tidak tahu bagaimana cara downloadnya, karena saya baru di MP
terimakasih, Pak
moego wrote on Jul 16
Tenang mas...ini sembari mikir2 mau ngasih kerjaan apalagi ke Mas Gupce...heh heh heh
hahahhahhaa
baggooossss kasih kerjaan tuh si manpalagudlak itu sebanyak-banyaknya
biar kurusan din hehehe
luciouso wrote on Jul 16
Tenang mas...ini sembari mikir2 mau ngasih kerjaan apalagi ke Mas Gupce...heh heh heh
moego wrote on Jul 15
tengkiuuu my dearrr
laurasaid wrote on Jul 15
yaudah...have a good sleep ombem....
Pages:12345
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help